Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Aku seserius ini dan engkau tidak

Aku tak pernah setengah hati saat kamu menyapa, kubalas sepenuh cinta Aku tak pernah setengah hati saat kau hadir hembuskan rasa, kubalas sepenuh jiwa Aku tak main main untuk tak memberi setengah hati untuk terus menyapa pada sayap cinta untuk tetap menjaga utuh rasa Aku tak main main pada hatimu yang sekarang hanya main-main Apa kau pikir permainan ini indah? Hingga kau begitu asik menggelayutkan rindu di saat malam dan menghempaskan mimpi disaat pagi? Apa ini main main? Menaruh hati lalu pergi?

menjauh pada ruang tak merindu

Kalau dulu aku takut  menjauh sejauh mata mu melihatku menjauh sejauh telinga mu mendengar suara dan kabarku menjauh sejauhnya hingga engkau terlupa bahwa aku ada meski bukan apa-apamu menjauh sejauh jauhnya karena memang bahkan sekedar teman saja tidak Sekarang kau membuatku menjauh perlahan hari perhari kau buat itu menjadi pasti mendorong jauh ragaku dan membuat kaki ku melangkah lebih cepat Sekarang kau membuatku berjalan sesegera ntah mengapa kau buat terburu padahal ku ingin terhenti sejenak tuk pastikan satu hal ini kah yang benar-benar kau ingin? Bisa kah aku bertanya pada hati yang sempat kau letakkan  jadi ini jalan cerita yang kau rancang? terlalu jahat  jangan pernah menyesal jika aku pergi melangkah jauh sejauhnya bukan lagi karena ketakutan dahulu  kini kau harus tahu, bahwa rasa benci mampu kalahkan cinta air mata pun mampu hapuskan rindu dan doa yang akan hapuskan sakitku kalau dulu aku tak...

Kamu... dari masa laluku dan kini

kamu adalah lelaki ku masa lalu sudah terlalu lama dan tak pernah ku ungkit lagi tentang kamu, siapa kamu  kamu lelaki yang tlah aku hindari kuhindari melihat mu hingga kuhindari mendengar suaramu menjauh sejaub nya dari apapun tentang kamu entah takdir apa ini pertemuan ini membuatku harus melihat mu, mendengar suara mu Dalam setiap sapaan itu, ada kata yang menyentuh sayang apa arti ini semua seketika iya pikiranku melayang hatiku tetiba bergetar cintakah? sudah terlalu lama Kini rasa itu kupertanyakan  pada senja pada langit dan pada bulan ketika jarak kembali menyapa aku dan kamu adakah rasa darimu itu hanya sementara? alangkah murkanya rinduku padamu Kembali pada takdir kupertanyakan kamu mudahkah bagimu meninggalkan rindu? kau anggap dunia sedang bercanda pada takdir ku? atau kamu yang sedang permainkan takdir ku? alangkah ironisnya jalan hatiku tertatih sendiri pada rindu yang tak berujung temu semu kah sel...

Kepada Rindu dan Sesal

Tak mampu lagi mengibas semua asa. Mendiamkan segala kegundahan dalam sunyi senyap bersama suara jangkrik yang mengalun, dan dengkuran katak yang belum terlelap Meniti setiap rasa yang tak pernah nyata. Rindu dan sesal selalu menyapa ramah pada tiap-tiap bait doa. Kala malam selalu bersabda bahwa pagi sudah pasti akan datang, tapi sungguh tak bisa menjanjikan cerah atau berawan. Ketika rindu dan sesal bergandeng tangan. Angin tak sanggup memisah, bayang itu tetap ada. Tak kah engkau terpanah asmara? tapi apa yang kemarin ada? Rindu dan sesal berkecamuk membara pada ruang yang tak bertepi perih nyerih air mata pun tak sanggup lagi berkata pada mata yang menatap nanar Mengapa rindu dan sesal tak jua memisah? tak letih soal merindu, tapi alangkah bodoh nya ketika itu ada dibuat menjadi tak ada Dan kamu adalah rindu dan sesal ku Marah ku akan selalu ada Kesal ku akan selalu tersanding pada setiap cerita pada hati yang tak tahu akal R...

main main?

apa kau pikir datang dan menyentuh hatiku lalu hilang adalah permainan yang menyenangkan? apa kau pikir mencintai dan merindu sama asiknya seperti bermain gitar sambil bersenandung?  Lalu hilang saat tali gitar tak lagi dipetik? apa kau pikir diam mu dapat ku mengerti dengan cerdas? hai, aku bukan Tuhan yang mampu menganalisa dengan benar apa isyaratmu! apa kau pikir saat menyapamu aku dalam keadaan baik-baik? Tak pernahkah kau ingin tahu apa aku ini? apa kau pikir ini permainan dunia yang menyenangkan? saat kau bilang sayang, tapi kau mengacuhkan? apa kau pikir kita masih anak-anak, saat permainan selesai maka selesai pula cerita?! engkau begitu naif menghadapi rasa

Maaf

aku mungkin banyak salah salah yang tak pernah aku sadari itu salah salah itu mungkin kuanggap benar  Melupakan rindu dan memeluk logika baik, aku salah, terlalu banyak salah maaf dan maaf bukan maksud tak mempercayai tapi jarak seakan selalu membuatku mencurigai bukan maksud mengatakan mu jahat tapi sikapmu yang melukaiku tak pernah kau sadari aku mungkin terlalu banyak berharap tlah ku lerai harap itu sedikit demi sedikit. Bukan aku tak percaya akan harap itu hanya aku sedikit mengurangi beban rindu di pundak ku maaf, maaf, dan maaf mungkin dengan memelukmu rasa percayaku akan tumbuh Mungkin dengan memegang erat tanganmu, keyakinan ku bisa bertambah Mungkin aku hanya kekurangan oksigen darimu Hingga aku selalu berpikir tak waras maaf maaf maaf Maafkan jika memang aku salah

Mau mu apa?

kamu terlalu  saat aku menyapa engkau tak hiraukan kamu terlalu saat aku merasa khawatir engkau tak peduli kamu terlalu dalam pikiranmu atau aku yang terlalu dalam rasaku memang rasa itu ada, tak bisakah semua berjalan seperti biasa layaknya engkau yang katakan sendiri aku apa bagimu tapi nyatanya aku bukan apa bagimu apa maumu apa inginmu apa harapmu apa tujuanmu apa dan apa yang ada dihatimu lalu aku ini apa untuk apa dan sebagai apa jadinya bagi mu aku mendekat, engkau menjauh saat aku menjauh, apa engkau akan merasa hilang apa aku harus lenyap saja?