Kamu... dari masa laluku dan kini
kamu adalah lelaki ku masa lalu
sudah terlalu lama dan tak pernah ku ungkit lagi tentang kamu, siapa kamu
kamu lelaki yang tlah aku hindari
kuhindari melihat mu hingga kuhindari mendengar suaramu
menjauh sejaub nya dari apapun tentang kamu
entah takdir apa ini
pertemuan ini membuatku harus melihat mu, mendengar suara mu
Dalam setiap sapaan itu, ada kata yang menyentuh
sayang
apa arti ini semua
seketika iya pikiranku melayang
hatiku tetiba bergetar
cintakah?
sudah terlalu lama
Kini rasa itu kupertanyakan
pada senja
pada senja
pada langit
dan pada bulan
dan pada bulan
ketika jarak kembali menyapa aku dan kamu
adakah rasa darimu itu hanya sementara?
alangkah murkanya rinduku padamu
Kembali pada takdir kupertanyakan
kamu mudahkah bagimu meninggalkan rindu?
kau anggap dunia sedang bercanda pada takdir ku?
atau kamu yang sedang permainkan takdir ku?
alangkah ironisnya jalan hatiku
tertatih sendiri pada rindu yang tak berujung temu
semu kah selama ini?
atau hanya sebuah mimpi yang coba kau ramu?
engkau seperti memberiku madu yang begitu manis, namun saat ku minum aku mati rasa dan terbunuh
bagaimana bisa membuang rindu?
kau tikamkan luka baru dalam luka
sadar?
sadar?
jika pelukan dulu tak lagi hangat menjalar di ragaku
tak lagi berarti tahta di hatimu
matikan saja semua rasa
agar mati segala jiwa ragaku
dalam bisu kita
jadi, hanya segitukah rasamu?
tak lagi berarti tahta di hatimu
matikan saja semua rasa
agar mati segala jiwa ragaku
dalam bisu kita
jadi, hanya segitukah rasamu?