Postingan

Kepada Rindu dan Sesal

Tak mampu lagi mengibas semua asa. Mendiamkan segala kegundahan dalam sunyi senyap bersama suara jangkrik yang mengalun, dan dengkuran katak yang belum terlelap Meniti setiap rasa yang tak pernah nyata. Rindu dan sesal selalu menyapa ramah pada tiap-tiap bait doa. Kala malam selalu bersabda bahwa pagi sudah pasti akan datang, tapi sungguh tak bisa menjanjikan cerah atau berawan. Ketika rindu dan sesal bergandeng tangan. Angin tak sanggup memisah, bayang itu tetap ada. Tak kah engkau terpanah asmara? tapi apa yang kemarin ada? Rindu dan sesal berkecamuk membara pada ruang yang tak bertepi perih nyerih air mata pun tak sanggup lagi berkata pada mata yang menatap nanar Mengapa rindu dan sesal tak jua memisah? tak letih soal merindu, tapi alangkah bodoh nya ketika itu ada dibuat menjadi tak ada Dan kamu adalah rindu dan sesal ku Marah ku akan selalu ada Kesal ku akan selalu tersanding pada setiap cerita pada hati yang tak tahu akal R...

main main?

apa kau pikir datang dan menyentuh hatiku lalu hilang adalah permainan yang menyenangkan? apa kau pikir mencintai dan merindu sama asiknya seperti bermain gitar sambil bersenandung?  Lalu hilang saat tali gitar tak lagi dipetik? apa kau pikir diam mu dapat ku mengerti dengan cerdas? hai, aku bukan Tuhan yang mampu menganalisa dengan benar apa isyaratmu! apa kau pikir saat menyapamu aku dalam keadaan baik-baik? Tak pernahkah kau ingin tahu apa aku ini? apa kau pikir ini permainan dunia yang menyenangkan? saat kau bilang sayang, tapi kau mengacuhkan? apa kau pikir kita masih anak-anak, saat permainan selesai maka selesai pula cerita?! engkau begitu naif menghadapi rasa

Maaf

aku mungkin banyak salah salah yang tak pernah aku sadari itu salah salah itu mungkin kuanggap benar  Melupakan rindu dan memeluk logika baik, aku salah, terlalu banyak salah maaf dan maaf bukan maksud tak mempercayai tapi jarak seakan selalu membuatku mencurigai bukan maksud mengatakan mu jahat tapi sikapmu yang melukaiku tak pernah kau sadari aku mungkin terlalu banyak berharap tlah ku lerai harap itu sedikit demi sedikit. Bukan aku tak percaya akan harap itu hanya aku sedikit mengurangi beban rindu di pundak ku maaf, maaf, dan maaf mungkin dengan memelukmu rasa percayaku akan tumbuh Mungkin dengan memegang erat tanganmu, keyakinan ku bisa bertambah Mungkin aku hanya kekurangan oksigen darimu Hingga aku selalu berpikir tak waras maaf maaf maaf Maafkan jika memang aku salah

Mau mu apa?

kamu terlalu  saat aku menyapa engkau tak hiraukan kamu terlalu saat aku merasa khawatir engkau tak peduli kamu terlalu dalam pikiranmu atau aku yang terlalu dalam rasaku memang rasa itu ada, tak bisakah semua berjalan seperti biasa layaknya engkau yang katakan sendiri aku apa bagimu tapi nyatanya aku bukan apa bagimu apa maumu apa inginmu apa harapmu apa tujuanmu apa dan apa yang ada dihatimu lalu aku ini apa untuk apa dan sebagai apa jadinya bagi mu aku mendekat, engkau menjauh saat aku menjauh, apa engkau akan merasa hilang apa aku harus lenyap saja?

Diam ku adalah Rinduku

ketika aku memilih diam bukan karena aku tak ingin berkata aku hanya khawatir salah berucap ketika aku memilih diam  bukan karena rinduku semakin berat menggelayut tapi mungkin karena hati mu sudah tak lagi sama ketika aku memilih diam bukan kerana cintaku telah usai aku hanya ingin sejenak mencerna pikiran ku yang sering berkelana tak tentu arah ketika aku mencoba memposisikan kamu hanya sebatas teman disitu aku mengerti mungkin kamu hanya menginginkanku seperti itu ketika aku mencoba memposisikan kamu bukan orang yang aku cinta disitu aku paham bahwa engkau mungkin memang tak ingin ku cinta ketika aku memilih diam dan mencoba menjadi dirimu disitu aku paham bahwa aku memang mungkin kau anggap tak pantas biarkan cintaku hanya menjadi kesalahanku  agar rasa itu tetap menjadi cinta, hanya cinta ketika aku berpikir engkau begitu jahat hatiku menolak dan ku biarkan hatiku percaya agar tidak ada dendam hingga nanti k...

Jatuh Cinta? Tidak !

kamu salah! aku tidak sedang jatuh cinta aku hanya sedang jatuh hati beda..? iya...! ketika aku jatuh cinta, suatu saat nanti, saat aku letih memahami dan menerima kekuranganmu, cintaku pasti akan berkurang Kamu salah! bukan aku jatuh cinta padamu aku hanya punya rasa sayang teramat luas padamu mengapa bisa? ah jangan tanya, aku saja tak menemukan jawaban nya Kamu salah! jatuh cinta bukan caraku untuk merindukanmu aku ini merasa takut dan teramat takut sakit. Sakit engkau tinggalkan! dan kau lukai! Bahkan akupun takut menangis karena sakit itu! aku tak mampu berhenti, air mataku pasti akan terus basah bukan kah engkau pernah tahu itu. Menghentikan nya hanya dengan cara engkau tetap bersamaku Aku tidak jatuh cinta padamu. Sungguh oh, betapa aku ingin menghilang dan lenyap Karena rasa ini begitu menyiksa

Ah... sudahlah!

lupakan air mata yang pernah kau lihat disudut mataku itu dan saat itu aku benar-benar takut kehilangan kamu lupakan setiap kata sayang dan rinduku dulu itu dan saat itu aku benar-benar sedang jatuh cinta padamu lupakan hati yang pernah ku titipkan padamu itu dan saat itu, yang aku tahu kamu pun benar-benar jatuh cinta padaku kini dan saat ini air mata itu sudah tak berarti lagi,  kata sayang dan rindu itu terhempas badai menggila kemarin sore hati yang dulu kutitipkan penuh nanah akibat luka menahan kegelisahan yang tak berkesudahan atas rasa yang bimbang ah kamu ternyata menjadikan aku hanya sebagai pelarian sesaat ah kamu ternyata hanya memanfaatkan tubuh dan pikiran ku saja ah kamu ternyata tak ubah laki-laki tengik tak tahu karma ah sudahlah aku sudah ikhlas Janji mu ku tagih nanti saja saat engkau bahkan tak sanggup lagi bangkit dan bertahan ntah bagaimana bisa tertawa dan bahagia dalam dusta yang nyata ah sudahlah ...