Kepada Rindu dan Sesal
Tak mampu lagi mengibas semua asa. Mendiamkan segala kegundahan dalam sunyi senyap bersama suara jangkrik yang mengalun, dan dengkuran katak yang belum terlelap Meniti setiap rasa yang tak pernah nyata. Rindu dan sesal selalu menyapa ramah pada tiap-tiap bait doa. Kala malam selalu bersabda bahwa pagi sudah pasti akan datang, tapi sungguh tak bisa menjanjikan cerah atau berawan. Ketika rindu dan sesal bergandeng tangan. Angin tak sanggup memisah, bayang itu tetap ada. Tak kah engkau terpanah asmara? tapi apa yang kemarin ada? Rindu dan sesal berkecamuk membara pada ruang yang tak bertepi perih nyerih air mata pun tak sanggup lagi berkata pada mata yang menatap nanar Mengapa rindu dan sesal tak jua memisah? tak letih soal merindu, tapi alangkah bodoh nya ketika itu ada dibuat menjadi tak ada Dan kamu adalah rindu dan sesal ku Marah ku akan selalu ada Kesal ku akan selalu tersanding pada setiap cerita pada hati yang tak tahu akal R...